Archive for Berita Islam

Bukan Taliban, Tapi Anak-Anak yang Jadi Korban Serangan NATO

Operasi militer pasukan NATO yang dikomandoi AS ternyata lebih banyak membunuh rakyat sipil Afghanistan, termasuk anak-anak dan bukan militan Taliban. Laporan PBB menyebutkan, 346 anak-anak Afghanistan menjadi korban aksi-aksi kekerasan sepanjang tahun 2009 lalu dan kebanyakan dari mereka adalah korban operasi militer yang dilakukan pasukan koalisi asing.

Perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB untuk bidang anak-anak dan konflik bersenjata, Radhika Coomaraswamy mengungkapkan, anak-anak Afghanistan yang menjadi korban serangan udara pasukan NATO jumlahnya mencapai 131 orang, 22 anak menjadi korban operasi pencarian dan penyerbuan yang dilakukan Pasukan Khusus, 128 anak tewas oleh serangan yang dilakukan kelompok-kelompok anti pemerintah, seperti serangan bom bunuh diri dan pembunuhan.

Coomaraswamy juga menyatakan keprihatinannya, karena anak-anak Afghanistan bukan cuma menjadi korban konflik tapi mereka juga direkrut oleh para milisi untuk melakukan aksi teror. Untuk itu ia akan membahas persoalan ini dengan para komandan militer di Afghanistan.

“Kami akan melakukan pembicaraan dengan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) dan militer Afghanistan. Kami ingin mengetahui apa yang bisa dilakukan jika mereka melihat ada anak-anak ketika sedang menjalankan operasi-operasi militer mereka,” ujar Coomaraswamy

Serangan udara pasukan AS beberapa kali salah sasaran sehingga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil Afghanistan. Protes pemerintah dan kemarahan rakyat Afghanistan tidak pernah dipedulikan karena pasukan AS dengan pasukan NATOnya kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Serangan udara ke Provinsi Uruzgan hari Minggu kemarin, menjadi serangan NATO yang paling mematikan selama enam bulan terakhir. Dalam serangan itu, 27 warga sipil Afghanistan tewas. Pasukan NATO selalu berdalih bahwa mereka

Warga Marjah Mengungsi

Sementara itu warga Kota Marjah mulai mengungsi untuk menghindari Operasi Mustarak yang digelar pasukan NATO. Para pekerja kemanusiaan di Afghanistan mengatakan, warga Marjah harus menghadapi bahaya terkena ranjau darat yang banyak bertebaran di jalan untuk sekedar mendapatkan makanan dan kebutuhan hidup lainnya, sedangkan ribuan warga lainnya berduyun-duyun ke ibukota Provinsi Helmand, Lashkar Gah yang jaraknya sekitar 20 kilometer sebelah utara Marjah.

Biaya transportasi yang mahal membuat sekitar 3.500 warga Marjah berjalan kaki menuju Lashkar Gah. Kondisi makin sulit, karena makanan dan obat-obatan sukar di dapat dan harga bahan makanan membubung tinggi sejak NATO menggelar operasi itu dua miggu yang lalu.

Pasukan NATO yang dikomandoi AS mendapatkan perlawanan keras dari kelompok Taliban di Kota Marjah. Selama dua minggu Operasi Mustarak, 27 warga sipil Kota Marjah tewas, 6 orang tewas oleh pasukan Taliban dan 21 orang tewas oleh pasukan NATO.

sumber dari http://www.eramuslim.com

Iklan

Iran-Suriah Bahas Soal Ancaman Israel

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tiba di ibukota Suriah, Damaskus, Kamis (25/2) pagi dalam kunjungan resminya ke negara itu. Di Damaskus, Ahmadinejad bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar Assad dan sejumlah pimpinan dari kelompok perlawanan Hamas dan Hizbullah.

Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang ancaman Israel dan upaya AS untuk mengganggu hubungan antara Suriah dan Iran. “Pembicaraan akan fokus pada upaya untuk mencapai keputusan-keputusan baru dalam menghadapi kemungkinan ancaman dari Israel,” kata Presiden Iran.

Ia menegaskan, Iran-Suriah akan berdiri di barisan paling depan untuk melawan rezim Zionis. “Rezim Zionis dan antek-anteknya di kawasan Timur Tengah sedang menuju ke arah kebuntuan. Sikap kaum Zionis yang terus menerus mengancam negara-negara di sekitar wilayah Palestina, membuat Iran dan Suriah merasa perlu untuk membuat keputusan-keputusan baru untuk menghadapi kemungkinan ancaman-ancaman dari rezim Zionis,” papar Ahmadinejad di bandara Tehran sebelum menuju Suriah.

Dua minggu sebelum berkunjung ke Suriah, Presiden Iran melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Suriah. Pada Assad, Ahmadinejad mengatakan bahwa Israel harus dilawan dan rezim Zionis harus “dihabisi” jika berani melakukan serangan militer ke kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, AS belakangan ini aktif melakukan pendekatan pada Suriah agar menjauhkan diri dari Iran. AS misalnya, memulihakn hubungan dengan Damaskus yang terputus sejak tahun 2005 dan mengumumkan nominasi diplomat karir yang akan menjadi duta besar pertama AS di Damaskus. Dubes itu nantinya juga akan berperan sebagai penasehat keamanan AS terkait masalah Suriah.

sumber dari http://www.eramuslim.com

Kampanye Saya Seorang Muslim Dan Saya Bukan Teroris Shah Rukh Khan

Kebebasan berbicara di India selalu menjadi suatu masalah rumit. Hukum India memberikan hak berbicara untuk semua orang, tapi buku, drama, film dan bentuk-bentuk ungkapan lainnya diblokir atau disensor. Tokoh populer juga tidak terhindar. Jika seseorang membuat pernyataan yang kontroversial, ia akan menuai reaksi, bahkan jika itu adalah seorangĀ Badshah (superstar) Bollywood, Shah Rukh Khan.

Dua minggu terakhir, India bergolak untuk sang superstar. Khan, yang juga memiliki tim kriket Liga Premier di India Kolkata Knight Riders, berkomentar bahwa pemain Muslim Pakistan boleh bermain di turnamen pro India.

Sayap kanan partai politik Shiv Sena segera mengangkat senjata. Pemimpin partai Bal Thackeray, menyebutnya pengkhianat. Melalui surat kabar partainya Saamna, ia berkata bahwa Khan harus dijadikan tersangka, segera ditangkap.

Demonstrasi diadakan di luar rumah Khan dan stupa-nya dibakar. Amir Khan, superstar Bollywood yang merupakan karib Khan dan mendukung rekannya, juga terkena api. Shiv Sena kemudian mengumumkan mereka tidak akan membiarkan film terbaru Khan, My Name is Khan (MNIK), akan diputar di Mumbai, kecuali dia meminta maaf.

Khan menolak. “Saya tidak melihat apa masalahnya,” katanya pada konferensi pers di London pekan lalu. “Apakah saya harus menarik kembali bahwa saya ini orang India tapi saya tidak ingin ada yang datang ke negara saya? Apakah saya salah mengatakan apa yang ayah saya perjuangkan dan anak-anak juga belajar yang salah?”

Olahraga dan seni kreatif idealnya tanpa batas-batas wilayah. Cricket di India dianggap sebagai agama, dan politik telah merusak hubungan itu. Namun, sepertinya politik saja tidaklah cukup, karena sentimen terhadap Islam dalam kasus ini sangatlah besar. Sialnya Sharukh Khan adalah bukan karena hanya ucapannya, tapi karena film India terbarunya itu benar-benar film luar biasa yang menjawab bahkan kepada AS sekalipun tentang seorang Muslim: Nama saya Khan, dan saya bukan teroris!

sumber dari http://www.eramuslim.com

Jangankan di Dunia Nyata, Perang di Dunia Maya pun AS akan Kalah

Sebagai negara yang selalu tampil jumawa, AS sebenarnya negara yang lemah. Di medan pertempuran Irak dan Afghanistan, belum ada tanda-tanda AS akan memenangkan perang. Dan ternyata, jika terjadi “perang” di dunia cyber alias dunia maya, AS diprediksikan juga akan mengalami kekalahan.

Mantan Direktur Intelejen Nasional AS, Michael McConnell mengingatkan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat tentang keamanan duni cyber dengan Komite Senat Bidang Perdagangan, Sains dan Transportasi, Selasa (23/2). Menurut McConnell yang juga pensiunan angkatan laut AS ini, perang dunia maya sama bahayanya dengan ancaman nuklir Uni Soviet pada masa Perang Dingin.

“Kalau sekarang kita terlibat perang dunia maya, kita akan kalah. Kita yang paling rawan, yang paling terkoneksi, yang paling beresiko mengalami kekalahan,” ujar McConnell yang sekarang menjabat sebagai wakil presiden eksekutif untuk perusahaan konsultan Booz Allen Hamilton yang bergerak dalam bisnis keamanan nasional.

Dalam rapat itu, McConnell mengingatkan, jika AS tidak segera memperhitungkan resiko ini, maka AS akan mengalami bencana.

Rapat dengar pendapat antara Komite Senat dan McConnell digelar setelah perusahaan internet raksasa di AS, Google mengungkapkan bahwa Google dan perusahaan-perusahaan AS lainnya menjadi target serangan dunia maya dengan cara canggih yang berasal dari China.

Senator dari Partai Republik yang memimpin rapat, Jay Rockfeller mengatakan, yang menjadi taruhan atas serangan dari dunia maya adalah keamanan nasional dan perekonomian AS. “Serangan fatal di dunia maya bisa melumpuhkan infrastruktur negara yang penting, seperti pembangkit listrik, lalu lintas telekomunikasi dan layanan finansial,” kata Rockfeller.

Pakar keamanan internet dari Center for Strategic and International Studies, James Lewis menyatakan, kegiatan mata-mata di dunia maya dan kejahatan lewat internet merupakan ancaman terbesar yang dihadapi AS sekarang. Lewis menyebutnya dengan istilah “sumber utama yang membahayakan keamanan nasional.” Untuk itu, Lewis menyarankan agar pemerintah intervensi dalam persoalan ini, mungkin dengan melakukan operasi represif di dunia maya.

Direktur US Cyber Consequences Unit, Scott Borg menambahkan, serangan di dunia maya juga bisa menimbulkan kehancuran ekonomi AS dan itu sudah dialami perekonomian AS saat ini. Kasus-kasusnya, kata Borg, bahkan lebih banyak dari yang selama ini terungkap.

“Kehancuran terbesar bagi perekonomian AS akibat serangan di dunia maya adalah pencurian informasi-informasi bisnis yang begitu masif dengan memanfaatkan teknologi internet. Berapa besar kerugiannya sulit diukur, tapi lebih besar dari kerugian yang diakibatkan dari pencurian identitas pribadi atau yang terkait dengan kasus-kasus kejahatan kartu kredit,” papar Borg.

Lebih lanjut McConnel mengatakan bahwa AS butuh sebuah strategi nasional terkait dunia internet yang sesuai dengan strategi nasional yang pernah diterapkan AS pada masa Perang Dingin. Ia menilai inisiatif Presiden Barack Obama menunjuk seorang kordinator bidang keamanan dunia maya, belum cukup untuk mengantisipasi ancaman dari dunia maya di masa depan.

McConnell merekomendasikan dibentuknya National Cybersecurity Center yang modelnya mirip dengan National Counter Terrorism Center yang dibentuk AS pasca serangan 11 September 2001. National Cybersecurity Center itu cara kerjanya harus terintegrasi dengan unit Cyber Command yang diusulkan Pentagon, Departemen Keamanan Dalam Negeri, FBI, pemerintahan lokal maupun federal serta sektor-sektor swasta.

“National Cybersecurity Center nantinya akan menjadi pusat untuk berbagi informasi dan integrasi, kesadaran akan situasi dan analisis, pusat kordinasi dan kolaborasi,” tukas McConnell.

sumber dari http://www.eramuslim.com

Iran Bakal Gantung Pimpinan Gerakan Jundullah Sunni

Pemerintahan Republik Syi’ah Iran pada Selasa (23/2) hari ini menangkap Abdul Malik Riji, Pemimpin Besar Gerakan dan Jama’ah “Jundullah” (Tentara Allah) yang beraliran Sunni atas tuduhan mengepalai serangkaian aksi pengeboman dan pembunuhan.

Kanal televisi IranĀ Al-Alam mengabarkan, Riji ditangkap di wilayah bagian timur negara Iran bersama dua anggota jamaah lainnya. Hingga berita tersebut disiarkan, belum ada kabar susulan mengenai perkara penangkapan Riji.

Jamaah “Jundullah” sendiri terhitung sebagai jamaah dan gerakan Islam Sunni terbesar di Iran, khususnya di wilayah timur negara Mullah yang berbatasan dengan Afganistan dan Pakistan.

Dalam beberapa kesempatan, jamaah Jundullah sering kali bentrok dengan pasukan penjaga revolusi Iran. Bentrokan tersebut kerap terjadi di sepanjang perbatasan Iran dengan Afganistan dan Pakistan.

Di sisi yang lain, sumber “Jundullah” mengatakan pihaknya sebagai “Gerakan Perlawanan Rakyat Iran” yang berjuang untuk kepentingan Muslim Sunni di negara yang mayoritas Syi’ah itu.

Tertangkapnya Riji sebagai pemimpin besar Jundullah bisa dipastikan akan menyeretnya ke pengadilan dan juga vonis hukum gantung, serupa dengan beberapa anggota Jundullah sebelumnya.

Beberapa bulan terakhir, Jundullah sering menembakkan roket dan melakukan serangan terhadap pihak Iran, pasca gagalnya upaya dan opsi dialog antara pihaknya dengan pihak pemerintahan Iran.

diambil dari http://www.eramuslim.com

1.000 Tentara AS Mati Sia-Sia di Afghanistan

Selama sembilan tahun invasi AS ke Afghanistan, militer AS kehilangan 1.000 tentaranya. Laporan situs independen Icasualties.org menyebutkan, bulan Januari dan Februari 2010 merupakan bulan yang paling mematikan bagi pasukan AS.

Icasualties adalah situs yang mencatat jumlah korban tewas di pihak militer asing dalam perang di Irak dan Afghanistan. Laporan terbaru Icasualties yang dirilis hari ini menyatakan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan jumlah korban di pihak militer AS dalam selama peiode bulan Januari dan Februari pada tahun 2009 dan tahun 2010 dalam perang di Afghanistan

Selama dua bulan pertama tahun 2010, militer AS di Afghanistansudah kehilangan 54 tentaranya. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah seiring dengan Operasi Mustarak yang digelar AS selama dua pekan ini untuk memberangus basis-basis Taliban di provinsi Helmand.

Kepala Staff Gabungan AS di Afghanistan, Laksamana Mike Mullen sudah memperingatkan kemungkinan jatuhnya lebih banyak korban di pihak pasukan asing selama operasi Mistarak, terutama di wilayah Marjah.

“Kita harus memperkuat diri kita sendiri, tidak peduli seberapa sukses yang kita raih setiap hari, karena hari-hari yang berat akan datang,” kata Mullen.

Sementara itu, menyusul laporan terbaru Icasualties, kelompok-kelompok anti perang menyatakan, mereka akan melakukan aksi penyadaran terhadap masyarakat di Kota New York bahwa sudah 1.000 tentara yang mati sia-sia dalam perang AS di Afghanistan.

Meski banyak yang pesimis AS mampu mengalahkan Taliban di Afghanistan, Presiden AS Barack Obama tetap memerintahkan untuk mengirim 50.000 pasukan tambahan untuk memperkuat 100.000 pasukan asing yang sudah ada di Afghanistan.

diambil dari http://www.eramuslim.com

Dua Lusin Polisi Afghanistan Bergabung dengan Taliban

Inilah berita lain yang terselip di tengah hiruk-pikuk dan gempuran di Marjah: sekitar dua lusin polisi nasional Afghanistan diberitakan bergabung dengan Taliban. Berita ini diturunkan oleh New York Times, dan diucapkan langsung oleh seorang pejabat Amerika dan Afghanistan di Provinsi Wardak.

“Mereka (para polisi itu) pergi dengan semua senjata mereka, dua truk dan senapan mesin dan senjata berat,” kata Mayor Abdul Khalil, kepala polisi di distrik Jalrez, tepat di sebelah utara Chak. “Kami tidak tahu apakah mereka bergabung dengan Taliban, atau mereka hanya melarikan diri, atau apa yang telah terjadi. Kami prihatin.”

Dalam waktu yang hampir bersamaan, jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon bahwa 24 polisi di Chak telah menyatakan bergabung dengan Taliban, dengan senjata mereka dan dua truk.

“Mereka aman sekarang dan tidak akan dirugikan dan akan diperlakukan dengan baik di bawah kode perilaku kita,” papar Mujahid.

komandan batalyon Angkatan Darat Amerika yang bertugas di Wardak, Letnan Kolonel David Sink, mengatakan ia telah diberitahu tentang polisi-polisi Afghanistan yang menghilang, tapi tidak punya rincian lebih lanjut.

diambil dari http://www.eramuslim.com

Ekonomi Amerika Serikat Makin Memburuk

Krisis Amerika belum berakhir. Malah makin memburuk. Itulah yang dikemukakan oleh survei dari Asosiasi Gubernur Nasional, dirilis pada hari Sabtu akhir pekan lalu.

“Situasi ini cukup buruk bagi banyak negara di seluruh negeri ini. Pada kenyataannya, kebanyakan negara bagian,” Gubernur Vermont, Jim Douglas, memaparkan. Douglas adalah ketua asosiasi tersebut. “Dari sudut pandang fiskal, bahkan hal yang terburuk belum datang.”

Dalam sebuah survei yang dilakukan pekan lalu melibatkan 45 dari 50 negara, asosiasi menemukan bahwa negara mempunyai $ 18.8 miliar dari kesenjangan anggaran pada tahun fiskal 2010. Dan dalam penyusunan anggaran mereka untuk fiskal 2011, diperkirakan adanya kekurangan sebesar $ 53.6 miliar dan untuk fiskal 2012 sebesar $ 61,6 miliar.

“Para ekonom menyatakan resesi nasional selesai. Tetapi bagi mereka yang masih menganggur, bagi mereka yang telah kehilangan rumah mereka, jelas bahwa sebagai sebuah bangsa, kita akan menempuh sebuah jalan panjang,” kata Douglas, yang menambahkan bahwa pendapatan negara-negara bagian di AS jatuh untuk empat kuartal berturut-turut.

Semua negara bagian kecuali Vermont, diharuskan untuk menyeimbangkan anggaran mereka, sehingga selama resesi mereka memotong anggaran secara drastis pada program-program dasar, pekerja diberhentikan dan meningkatkan pendapatan melalui pajak dan biaya pemeliharaan.

Sebenarnya sebesar $ 787 juta stimulus dari Kongres AS sudah digelontorkan, dan itu merupakan uang transfer terbesar dari pemerintah federal untuk negara-negara bagian dalam sejarah bangsa Amerika. Tapi bagi banyak negara bagian, sebagian besar dana itu habis pada bulan Desember.

Gubernur New Jersey Chris Christie, pada konferensi pers mengatakan bahwa stimulus hanya menunda masalah, tidak memecahkankan masalah sebenarnya.

Douglas mengatakan para gubernur akan menekan Presiden AS Barack Obama untuk lebih memikirkan bantuan ketika mereka mengunjungi Gedung Putih pada hari Senin hari ini.

diambil dari http://www.eramuslim.com

Dua Warga Palestina Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat

Sumber-sumber medis Palestina mengatakan bahwa dua orang Palestina terluka pada hari Sabtu pagi kemarin (20/2) di Tepi Barat, karena ditembak oleh tentara Israel, ketika mereka berusaha untuk masuk ke Israel.

Sumber yang sama mengatakan bahwa Idris (23 tahun) sebagian besar tubuhnya terluka parah terutama di kepala dengan luka-luka akibat pecahan peluru, sementara saudara laki-lakinya yang lain, Idris Suleiman (25 tahun) terluka di tangan – di dekat Yatta, sebelah timur Hebron.

Sumber yang sama menambahkan bahwa para pemuda itu tidak bersenjata dan mereka ingin pergi ke Israel untuk bekerja.

Seorang jurubicara militer mengatakan bahwa “para pemuda itu mencoba masuk ke sebuah garasi di dekat pintu masuk ke Hebron, dan tentara kembali setelah mobil dicuri oleh warga Palestina.”

Dia menambahkan pemuda Palestina itu mencoba berusaha untuk menjalankan mobil namun seorang tentara menembak mereka tanpa bisa dicegah lagi.”

diambil dari http://www.eramuslim.com/berita/palestina/dua-warga-palestina-ditembak-pasukan-israel-di-tepi-barat.htm

Dipaksa Sujud, Anak Palestina Katakan “Haram Sujud Selain Kepada Allah!”

ilustrasi

ilustrasi

Sebuah laporan dari organisasi “B’Tselem” pada hari Sabtu kemarin (20/2) menyatakan bahwa pasukan pendudukan Israel telah mengintensifkan penangkapan terhadap anak-anak Palestina di sekitar kota Silwan, wilayah yang di duduki Israel.

Sedangkan menurut media center Palestina dalam laporannya mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan Israel berfokus pada anak-anak dari usia 12 sampai 15 tahun, para anak-anak tersebut harus mengalami interogasi dan bentuk-bentuk intimidasi seperti mata mereka ditutup dalam waktu yang lama dan disertai kata-kata ancaman kepada mereka.

Aksi heroik

Ditambahkan oleh Media Center Palestina, bahwa di antara anak-anak yang ditangkap terdapat seorang anak bernama Ahmad Syiam (12 tahun). Oleh para penyelidik Israel yang menginterogasi dirinya, Syiam diminta untuk bersujud kepada salah seorang penyidik, namun anak laki-laki tersebut menolak sambil mengatakan: “Haram sujud selain kepada Allah!”

Penyidik Israel karena emosi dengan ucapan anak tersebut, akhirnya dengan sengaja memukul leher si anak berulang kali.

Menurut laporan, sejumlah anak-anak yang telah ditangkap oleh aparat Israel, mengalami penyiksaan oleh penyidik Israel sehingga mereka mengalami sakit berupa memar di sendi, kaki dan tangan.

Pasukan Israel banyak menangkap anak-anak Palestina karena aksi mereka yang sering melempari tentara-tentara Israel dengan batu, anak-anak yang berhasil ditangkap akan dibawa ke kantor polisi dan akan di interogasi dengan “sedikit” penyiksaan.

diambil dari http://www.eramuslim.com/berita/palestina/dipaksa-sujud-anak-palestina-katakan-haram-sujud-selain-kepada-allah.htm

« Previous entries