Archive for Februari 25, 2010

Keseimbangan Matematika dalam Alquran

”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imran: 190).”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” (QS Yunus: 5).

”Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?

‘ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS Muddatstsir: 31). ”Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain’.” (QS Al-Israa: 88).

Ayat-ayat di atas merupakan beberapa contoh yang disebutkan Allah dalam Alquran mengenai keberadaan angka-angka (bilangan). Tujuannya agar manusia itu menggunakan akalnya untuk berpikir dan meyakini apa yang telah diturunkan, yakni Alquran. Allah menciptakan alam semesta ini dengan perhitungan yang matang dan teliti. Ketelitian Allah itu pasti benar. Dan, Dia tidak menciptakan alam ini dengan main-main. Semuanya dibuat secara terencana dan perhitungan.

Abah Salma Alif Sampayya, penulis buku Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menyatakan, bilangan adalah roh dari matematika dan matematika merupakan bahasa murni ilmu pengetahuan ( lingua pura ). Setiap bilangan memiliki nilai yang disebut dengan angka. Peranan matematika dalam kehidupan pernah dilontarkan oleh seorang filsuf, ahli matematika, dan pemimpin spiritual Yunani, Phitagoras (569-500 SM), 10 abad sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Phitagoras mengatakan, angka-angka mengatur segalanya.

Kemudian, 10 abad setelah kelahiran Rasulullah SAW, Galileo Galilea (1564-1642 M), mengatakan: Mathematics is the language in which God wrote the universe (Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menulis alam semesta).Hal ini menunjukkan bahwa mereka mempercayai kekuatan angka-angka (bilangan) di dalam kehidupan. Senada dengan pendapat Galileo, Carl Sagan, seorang fisikawan dan penulis novel fiksi ilmiah, mengatakan, matematika sebagai bahasa yang universal.

Dalam Alquran disebutkan sejumlah angka-angka. Di antaranya, angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 19, 20, 30, 40, 80, 100, 200, 1000, 2000, 10 ribu, hingga 100 ribu. Penyebutan angka-angka ini, bukan asal disebutkan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya, ketika ada yang bertanya mengenai jumlah penjaga neraka Saqar, dalam surah al-Muddatstsir ayat 31 disebutkan sebanyak 19 orang. Allah menciptakan langit dan bumi selama enam masa. Tuhan adalah satu (Esa), bumi dan langit diciptakan sebanyak tujuh lapis, dan lain sebagainya.

Penyebutan angka-angka ini, menunjukkan perhatian Alquran terhadap bidang ilmu pengetahuan, khususnya matematika. Yang sangat menakjubkan, beberapa angka-angka yang disebutkan itu memiliki keterkaitan antara yang satu dan lainnya. Bahkan, di antaranya tak terpisahkan. Begitu juga, ketika banyak ulama dan ahli tafsir berdebat mengenai jumlah ayat yang ada didalam Alquran. Sebagian di antaranya menyebutkan sebanyak 6.666 ayat, 6.234 ayat, 6.000 ayat, dan lain sebagainya. Perbedaan ini disebabkan adanya metode dalam perumusan menentukan sebuah ayat.

Bismillahirrahmanirrahim yang diletakkan sebagai kalimat pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Alquran, memiliki susunan angka yang sangat menakjubkan. Kalimat basmalah itu bila dihitung hurufnya mulai dari ba hingga mim, berjumlah 19 huruf. Angka 19 ini, ternyata menjadi ‘kunci utama’ dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Alquran.

Begitu juga dengan angka tujuh, bukanlah sekadar menyebutkan angkanya, tetapi memiliki perhitungan dan komposisi yang sangat tepat. Misalnya, jumlah ayat dalam surah Al-Fatihah sebanyak tujuh ayat dan jumlah surah-surah terpanjang dalam Alquran (lebih dari 100 ayat) berjumlah tujuh surah.

Penyebutan angka-angka itu bukanlah secara kebetulan atau asal bunyi (asbun). Semuanya sudah ditetapkan oleh Allah dengan komposisi yang jelas dan akurat. Tidak ada kesalahan sedikit pun. ”Kitab (Alquran) ini tak ada keraguan di dalamnya dan ia menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 2).

”Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS Al-Baqarah: 23). ”(Alquran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS Ibrahim: 52).

Karena itulah, Stephen Hawking, seorang ilmuwan dan ahli matematika terkenal, yang pada awalnya tidak membutuhkan hipotesis Tuhan dalam mempelajari alam semesta, meyakini adanya unsur matematika yang mengagumkan yang melekat di dalam struktur kosmos (alam semesta). Hawking mengatakan, ”Tuhanlah yang berbicara dengan bahasa itu.”

Hal yang sama juga diungkapkan Albert Einstein, fisikawan terkenal dan penemu bom atom. ”Tuhan tidak sedang bermain dadu,” ungkap Einstein. Semua berdasarkan perhitungan, ukuran, dan perencanaan yang matang, bahkan ketika dentuman besar ( big bang ) pertama, di mana Allah dengan kata Kun Fayakun -nya, menciptakan alam semesta dalam hitungan t=0 hingga detik 10 pangkat minus 43 detik.

Stephen Hawking mengatakan, ”Seandainya pada saat dentuman besar terjadi kurang atau lebih cepat seperjuta-juta detik saja, alam semesta tidak akan seperti (sekarang) ini.”Itulah rahasia Allah. Semua yang disebutkan-Nya di dalam Alquran, menjadi tanda dan petunjuk bagi umat manusia, agar mereka beriman dan meyakini kebenaran pada kitab yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Wa Allahu A’lam.

sumber dari http://www.suaramedia.com

Iklan

Bukan Taliban, Tapi Anak-Anak yang Jadi Korban Serangan NATO

Operasi militer pasukan NATO yang dikomandoi AS ternyata lebih banyak membunuh rakyat sipil Afghanistan, termasuk anak-anak dan bukan militan Taliban. Laporan PBB menyebutkan, 346 anak-anak Afghanistan menjadi korban aksi-aksi kekerasan sepanjang tahun 2009 lalu dan kebanyakan dari mereka adalah korban operasi militer yang dilakukan pasukan koalisi asing.

Perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB untuk bidang anak-anak dan konflik bersenjata, Radhika Coomaraswamy mengungkapkan, anak-anak Afghanistan yang menjadi korban serangan udara pasukan NATO jumlahnya mencapai 131 orang, 22 anak menjadi korban operasi pencarian dan penyerbuan yang dilakukan Pasukan Khusus, 128 anak tewas oleh serangan yang dilakukan kelompok-kelompok anti pemerintah, seperti serangan bom bunuh diri dan pembunuhan.

Coomaraswamy juga menyatakan keprihatinannya, karena anak-anak Afghanistan bukan cuma menjadi korban konflik tapi mereka juga direkrut oleh para milisi untuk melakukan aksi teror. Untuk itu ia akan membahas persoalan ini dengan para komandan militer di Afghanistan.

“Kami akan melakukan pembicaraan dengan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) dan militer Afghanistan. Kami ingin mengetahui apa yang bisa dilakukan jika mereka melihat ada anak-anak ketika sedang menjalankan operasi-operasi militer mereka,” ujar Coomaraswamy

Serangan udara pasukan AS beberapa kali salah sasaran sehingga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil Afghanistan. Protes pemerintah dan kemarahan rakyat Afghanistan tidak pernah dipedulikan karena pasukan AS dengan pasukan NATOnya kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Serangan udara ke Provinsi Uruzgan hari Minggu kemarin, menjadi serangan NATO yang paling mematikan selama enam bulan terakhir. Dalam serangan itu, 27 warga sipil Afghanistan tewas. Pasukan NATO selalu berdalih bahwa mereka

Warga Marjah Mengungsi

Sementara itu warga Kota Marjah mulai mengungsi untuk menghindari Operasi Mustarak yang digelar pasukan NATO. Para pekerja kemanusiaan di Afghanistan mengatakan, warga Marjah harus menghadapi bahaya terkena ranjau darat yang banyak bertebaran di jalan untuk sekedar mendapatkan makanan dan kebutuhan hidup lainnya, sedangkan ribuan warga lainnya berduyun-duyun ke ibukota Provinsi Helmand, Lashkar Gah yang jaraknya sekitar 20 kilometer sebelah utara Marjah.

Biaya transportasi yang mahal membuat sekitar 3.500 warga Marjah berjalan kaki menuju Lashkar Gah. Kondisi makin sulit, karena makanan dan obat-obatan sukar di dapat dan harga bahan makanan membubung tinggi sejak NATO menggelar operasi itu dua miggu yang lalu.

Pasukan NATO yang dikomandoi AS mendapatkan perlawanan keras dari kelompok Taliban di Kota Marjah. Selama dua minggu Operasi Mustarak, 27 warga sipil Kota Marjah tewas, 6 orang tewas oleh pasukan Taliban dan 21 orang tewas oleh pasukan NATO.

sumber dari http://www.eramuslim.com

Iran-Suriah Bahas Soal Ancaman Israel

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tiba di ibukota Suriah, Damaskus, Kamis (25/2) pagi dalam kunjungan resminya ke negara itu. Di Damaskus, Ahmadinejad bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar Assad dan sejumlah pimpinan dari kelompok perlawanan Hamas dan Hizbullah.

Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang ancaman Israel dan upaya AS untuk mengganggu hubungan antara Suriah dan Iran. “Pembicaraan akan fokus pada upaya untuk mencapai keputusan-keputusan baru dalam menghadapi kemungkinan ancaman dari Israel,” kata Presiden Iran.

Ia menegaskan, Iran-Suriah akan berdiri di barisan paling depan untuk melawan rezim Zionis. “Rezim Zionis dan antek-anteknya di kawasan Timur Tengah sedang menuju ke arah kebuntuan. Sikap kaum Zionis yang terus menerus mengancam negara-negara di sekitar wilayah Palestina, membuat Iran dan Suriah merasa perlu untuk membuat keputusan-keputusan baru untuk menghadapi kemungkinan ancaman-ancaman dari rezim Zionis,” papar Ahmadinejad di bandara Tehran sebelum menuju Suriah.

Dua minggu sebelum berkunjung ke Suriah, Presiden Iran melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Suriah. Pada Assad, Ahmadinejad mengatakan bahwa Israel harus dilawan dan rezim Zionis harus “dihabisi” jika berani melakukan serangan militer ke kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, AS belakangan ini aktif melakukan pendekatan pada Suriah agar menjauhkan diri dari Iran. AS misalnya, memulihakn hubungan dengan Damaskus yang terputus sejak tahun 2005 dan mengumumkan nominasi diplomat karir yang akan menjadi duta besar pertama AS di Damaskus. Dubes itu nantinya juga akan berperan sebagai penasehat keamanan AS terkait masalah Suriah.

sumber dari http://www.eramuslim.com